Setelah mengumpulkan beberapa referensi, kami mengumpulkan beberapa drone yang dianggap sukses di pasaran tahun ini. Apa saja drone-nya? Simak artikel kami berikut ini.

Saat ini keberadaan drone sudah menjadi sangat populer dan umum di berbagai kalangan masyarakat. Ini jelas berkat besarnya manfaat drone untuk mengambil gambar dari udara, dan betapa menyenangkannya perangkat ini untuk dioperasikan.
Meski demikian, untuk menemukan drone yang tepat tidaklah mudah. Ada banyak kebutuhan dan fitur yang diinginkan pengguna dan ditawarkan oleh merk-merk drone ini sendiri seperti kualitas video 4K, daya tahan baterai, desain yang mudah portabel dan mudah disimpan, dan tentu saja cara pengoperasiannya.
Berkat beberapa referensi yang telah kami rangkum, kami dapat menyimpulkan bahwa Mavic 2 Pro dan Mavic Mini dari DJI menjadi jawara drone tahun ini.
Selain dari Mavic series dari DJI, kami juga memberikan penjelasan mengenai beberapa drone yang dianggap tak kalah canggih dan sukses pada tahun 2019 ini.

  1. DJI Mavic Air
  2. DJI Mavic 2 Pro
  3. DJI Mavic Mini
  4. DJI Phantom 4
  5. Parrot Bebop 2
  6. Parrot Anafi
  7. DJI Mavic Pro
  8. DJI Inspire 2
  9. DJI Insire 1
  10. ZeroTech Dobby

1. DJI Mavic Air

Bobot: 430 gr
Remote Controller: Tersedia
Resolusi Kamera: 12 MP
Kapasitas Baterai: 2375 mAh
Jangkauan: 6.2 mil

+ Desain lipat yang portabel dan mudah dibawa
+ Kualitas video 4K pada 100 Mbps
+ Sensor penghindar rintangan yang nyaris sempurna
– Membutuhkan lebih dari 1 baterai

DJI Mavic Air merupakan drone terbaik di tahun 2019 berdasarkan pilihan banyak orang, meskipun drone ini sudah dirilis sejak tahun 2018 lalu. Desainnya yang portabel dan keseimbangannya menjadi keunggulan yang tidak bisa dikalahkan. Mavic Air mampu merekam video 4K 60 fps dengan stabil, dan dapat dilipat untuk disimpan di tas bahkan kantong jaket anda.

Untuk mengatasi kurangnya waktu terbang, anda dapat membeli Mavic Air Fly More Combo yang berisi 3 baterai. Ini sangat penting mengingat waktu terbang Mavic Air yang sangat singkat (hanya 18 menit). Anda dapat terbang lebih lama tentunya dengan lebih banyak baterai.

Alasan mengapa Mavic Air berada di peringkat teratas daftar drone terbaik tahun ini adalah karena drone ini karena paling sesuai dengan harga yang diberikan. Namun, kami tetap menyarankan anda untuk membeli Fly More Combo jika ingin memiliki Mavic Air, untuk pengalaman terbang yang lebih lama dan lebih hemat.

2. DJI Mavic 2 Pro

Bobot: 907 gr
Remote Controller: Tersedia
Resolusi Kamera: 20 MP
Kapasitas Baterai: 3850 mAh
Jangkauan: 3.1 mil

+ Desain lipat yang portabel dan mudah dibawa
+ Mode foto dan video terbaru
+ Kamera kualitas terbaik
– Tidak bisa merekam 4K pada 60 fps

Mavic 2 Pro secara teknis dan fitur memang jauh lebih canggih dari Mavic Air, namun juga berbeda dari segi harga dan ukuran pesawat (Mavic 2 Pro lebih mahal dan lebih besar). Mavic 2 Pro mampu menghasilkan video dan foto dengan kualitas yang luar biasa berkat kamera Hasselblad dengan sensor CMOS 1 inci. Gambar yang dihasilkan lebih cerah, lebih mendetail, jauh lebih baik dibandingkan seri Mavic sebelumnya.

DJI juga mengembangkan Mavic terbarunya ini dari segi perangkat lunak, dengan memberikan mode foto dan video terbaru seperti Hyperlapse.

3. DJI Mavic Mini

Bobot: 249 gr
Remote Controller: Tersedia
Resolusi Kamera: 12 MP
Kapasitas Baterai: 2600 mAh
Jangkauan: 5.8 GHz: 4 km (fcc); 2,5 km (SRRC)

+ Desain yang dapat dilipat dan ringan
+ Kemampuan pengambilan gambar yang luar biasa stabil
– Tidak bisa mengambil video 4K atau 60 fps 2.7K
– Tidak ada tracking obyek

DJI Mavic Mini merupakan salah satu produk terlaris DJI yang diluncurkan tahun ini. Drone ini dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki bobot di bawah ketentuan peraturan berat minimal drone di US dan UK, tanpa mengeliminasi kualitas video dan gambarnya yang luar biasa dalam bentuk yang super mini.

Berdasarkan peraturan FAA di Amerika Serikat dan CAA di Inggris, drone di atas 250 gr harus didaftarkan ke pihak yang berwenang. Sebelum adanya Mavic Mini, tidak banyak pilihan untuk drone dengan ukuran dan kualitas sebaik Mavic Mini. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa DJI telah menguasai pasar drone dengan bobot di bawah 250 gr.

4. DJI Phantom 4

Bobot: 1380 gr
Remote Controller: Tersedia
Resolusi Kamera: 12.4 MP
Kapasitas Baterai: 5350 mAh
Jangkauan Transmisi: 3.1 mil

+ Mampu menghasilkan rekaman 4K yang stabil
+ Lensa fisheye
+ Aplikasi ponsel yang canggih
– Daya tahan baterai lemah

Pengembangan dari Phantom 3 yang sudah memiliki kualitas yang baik, Phantom 4 dikembangkan hingga menjadi lebih kokoh, teknologi penghindar rintangan yang lebih canggih dan remote controller yang lebih cerdas.

Phantom 4 mendukung perekaman video 4K, dan gimbalnya yang memiliki 3 axis menjadikan hasil rekaman anda stabil meskipun drone terbang dalam kecepatan tinggi dan manuver-manuver cepat. Yang disayangkan dari Phantom 4 adalah baterainya yang hanya bisa bertahan selama 15 – 20 menit di udara.

Meski tidak bisa disandingkan sepenuhnya dengan Inspire 1, Phantom 4 menawarkan performa dan fungsi yang mirip dengan Inspire, dengan harga yang lebih rendah. Dengan demikian, Phantom 4 menjadi favorit para fotografer aerial. Sayangnya, Phantom 4 Pro, Standard, Advanced, serta V2.0 sudah dihentikan produksinya tahun ini. Ini menjadikan seri Phantom ini sudah tidak bisa dibeli dimanapun.

5. Parrot Bebop 2

Bobot: 500 gr
Remote Controller: Opsional
Resolusi Kamera: 14 MP
Kapasitas Baterai: 2700 mAh
Jangkauan Transmisi: 300 mil

+ Rekaman video bebas getaran
+ Remote controller dan headset yang luar biasa
– Beberapa fungsi tambahan harus dibeli lebih dulu untuk digunakan

Bebop 2 adalah drone yang bisa dikatakan terjangkau dengan fitur yang ditawarkannya. Kamera Bebop 2 dilengkapi dengan lensa fisheye dan perangkat lunak stabilisasi untuk gimbalnya; dikombinasikan dengan konstruksi cerdas kerangkanya yang menggunakan penyangga karet untuk mengurangi getaran saat terbang, dan demikian mampu menghasilkan video yang bebas getaran.

Jika anda merasa ingin meningkatkan performa Bebop 2, anda dapat membeli flight controller dan headset FPV tambahan. Jika sebelumnya anda harus menyambungkan ponsel ke drone, FC dan headset FPV tambahan menjadikan anda mampu melihat langsung dari kamera FPV pada drone.

Parrot mengunci beberapa fitur menarik dari Bebop 2 seperti perencanaan rute dan fungsi “Follow Me”, dan bisa digunakan setelah anda membeli fitur-fitur ini secara terpisah. Daya tahan baterainya juga sangat lemah, jadi memang disarankan untuk memiliki lebih dari 1 baterai.

6. Parrot Anafi

Bobot: 3202 gr
Remote Controller: Tersedia
Resolusi Kamera: 21 MP
Kapasitas Baterai: 2700 mAh

+ Kualitas video 4K UHD pada 60 fps
+ Kamera vertikal 180 derajat
– Tidak ada sensor penghindar rintangan

Drone yang ringan, mini seperti serangga ini tidak bisa disepelekan berkat kecanggihannya dari sisi fotografi.

Kameranya memiliki jangkauan veritkal 180 derajat, yang menjadikan penggunanya mampu mengambil gambar dari sudut pandang paling bawah ke paling atas – belum dimiliki oleh drone manapun. Anafi juga memiliki lensa yang dapat diperbesar sebanyak 2.8x tanpa ada pengurangan kualitas gambar.

Parrot Anafi merupakan pilihan tepat untuk para pengguna drone yang suka selfie. Mode Follow Me yang dimilikinya mampu melacak pergerakan anda dan menyesuaikan secara otomatis pada sudut-sudut fotografi tertentu. Mode-mode SmartDronies yang ditawarkan seperti Orbit, Parabola, Boomerang, dan Tornadi juga memberikan berbagai pilihan mode pengambilan video yang menarik dan menyenangkan.

Yang tidak dimiliki Anafi adalah sensor pendeteksi rintangan, sehingga menjadi rawan terhadap tabrakan, kurang tepat untuk pengguna pemula. Beberapa fitur juga terkunci dan harus dibeli lebih lanjut untuk dapat digunakan.

7. DJI Mavic Pro

Bobot: 734 gr
Remote Controller: Tersedia
Resolusi Kamera: 12.35 MP
Kapasitas Baterai: 3830 mAh
Jangkauan Transmisi: 4.3 mil

+ Sangat portabel dan mudah dibawa
+ Remote Controller yang cerdas dan canggih
– Kualitas pengambilan gambar pada keadaan minim cahaya kurang baik

Mavic Pro bisa dikatakan sebagai salah satu drone consumer terbaik, meski setelah diluncurkannya Mavic 2 Pro. Meski ukurannya kecil, Mavic Pro mampu menawarkan kualitas dan performa luar biasa yang tidak kalah dengan drone-drone besar lainnya dari DJI.

Kamera Mavic Pro dipasangkan pada gimbal dengan 3 axis, yang tidak biasa ditemukan pada drone lain dengan ukuran yang sama. Mavic Pro mampu menghasilkan video dan gambar dengan kualitas yang baik, meskipun dengan ukuran sensor yang kecil berarti hasil video dan gambar di malam hari/minim akan menjadi sedikit sulit. Mavic Pro mampu melesat hingga secepat 40 m/jam, dan baterainya mampu bertahan hingga 25 menit di udara.

Sama seperti drone DJI lainnya, Mavic Pro dilengkapi dengan remote controller yang harus dikombinasikan dengan ponsel untuk melihat tampilan kamera secara langsung saat terbang. Jangkauan terbang tanpa interferensi dan gangguan gelombang magnetik dikatakan mampu tembus hingga 4 mil, sehingga anda dapat menangkap gambar dan video yang luar biasa tanpa harus mengkhawatirkan terputusnya koneksi antara drone dengan remote controller.

8. DJI Inspire 2

Bobot: 3440 gr
Remote Controller: Tersedia
Resolusi Kamera: 30 MP
Kapasitas Baterai: 4280 mAh
Jangkauan Transmisi: 7 km

+ Kualitas pesawat yang kokoh
+ Daya tahan baterai yang baik
+ Banyak fitur
– Harga mahal

Inspire 2 diluncurkan dengan berbagai fitur dan teknologi yang dikembangkan dari Inspire pertama. Dengan upgrade bodi pesawat berbahan metal komposit, Inspire 2 menjadi lebih modern dan mewah jika dilihat dari desainnya. Inspire 2 juga hadir dengan teknologi penghindar rintangan yang lebih dikembangkan sehingga mampu terbang dengan lebih aman.

Anda dapat terbang dengan lebih dari 25 menit berkat desain baterai gandanya, dan kamera pada Inspire 2 dapat dilepas-pasang dan dikombinasikan dengan sederetan opsi kamera profesional, bahkan mampu merekam video dengan kualitas 5K untuk keperluan perfilman profesional.

Inspire 2 memang dirancang untuk pengguna profesional, tidak hanya berkat fitur pesawatnya, namun juga integrasi dengan aplikasi dan remote controllernya yang luar biasa canggih dan dapat diandalkan.

9. DJI Inspire 1

Bobot: 2935 gr
Remote Controller: Tersedia
Resolusi Kamera: 12.76 MP
Kapasitas Baterai: 5700 mAh
Jangkauan Transmisi: 2 km

+ Kualitas bodi pesawat yang luar biasa
+ Mudah di upgrade
– Harga mahal

DJI Inspire1 berbentuk seperti robot yang berasal dari masa depan, dengan berbagai fitur dan teknologinya yang luar biasa.

Inspire 1 memiliki remote controller yang mampu memberikan jangkauan transmisi hingga 2 km untuk mengendalikan drone, dan kameranya (yang dipasangkan pada gimbal) dapat diupgrade dan diganti, sehingga anda memiliki opsi tambahan mengenai kamera. Performa terbangnya tidak perlu diragukan lagi. Inspire 1 mampu terbang dengan stabil meski dalam keadaan angin yang lumayan kencang. Inspire 1 juga lincah dan mudah dikendalikan untuk bermanuver dari remote controllernya. Yang disayangkan hanyalah harganya yang relatif mahal dan baterainya yang hanya mampu bertahan selama 15 – 20 menit di udara.

10. ZeroTech Dobby

Bobot: 199 gr
Remote Controller: Tidak tersedia
Resolusi Kamera: 13 MP
Kapasitas Baterai: 970 mAh
Jangkauan Transmisi: 100m

+ Super portabel dan mudah dibawa
+ Aplikasi mobile yang kaya fitur
– Daya tahan baterai lemah

Dobby merupakan drone paling kecil pada daftar list ini, dan salah satu yang paling murah pula. Meski demikian, Dobby memiliki fitur yang lumayan canggih dan multifungsi. Disebut-sebut sebagai drone ‘selfie’oleh ZeroTech, Dobby dapat anda simpan di kantong baju anda, sehingga mudah dibawa kemanapun tidak seperti drone lainnya yang biasanya membutuhkan case yang khusus.

Ukuran kecilnya menjadikan Dobby sulit terbang dalam keadaan berangin, namun mampu terbang dengan baik dan stabil dalam cuaca yang baik pula. Dobby dikendalikan melalui aplikasi ponsel dan fitur-fiturnya seperti gerakan Orbital, pelacakan objek, dan pengenalan wajah sudah tersedia dan mudah digunakan. Drone ini dilengkapi pula dengan sensor audio dan visual, sehingga anda dapat memberi perintah gestur untuk lepas landas dan mendarat.

Sayangnya, Dobby hanya bertahan selama 5 – 10 menit, meski mampu terbang di luar dan dalam ruangan. Kualitas video dan fotonya juga memang tidak sebaik drone-drone di atas, namun cukup setimpal dengan harga yang diberikan.